HISTORY

HISTORY

SELAYANG PANDANG SMA SANTA MARIA SURABAYA
SELAYANG PANDANG SMA SANTA MARIA SURABAYA

Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Kota yang dijuluki ‘Kota Pahlawan’ ini menyimpan banyak sekali cerita perjuangan bangsa pada saat memukul mundur penjajah di masa lalu. Tak heran jika di setiap sudut kota Surabaya banyak berdiri bangunan maupun pemukiman peninggalan sejarah yang bentuk arsitekturnya cukup unik. Salah satu bangunan yang merupakan cagar budaya adalah bangunan peninggalan karya besar para Suster Ursulin.

Dimulai dari kedatangan 5 suster Ursulin ke Surabaya pada 14 Oktober 1863 dengan membangun komunitas suster Ursulin di Kepanjen, kemudian berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang, yang sekarang dikenal dengan Jl. Raya Darmo. Di kawasan biara para suster Ursulin inilah, kemudian didirikan SMA Santa Maria Surabaya pada 16 Juli 1951, yang kini terletak di pusat kota Surabaya, tepatnya Jalan Raya Darmo 49, Surabaya.

SMA Santa Maria Surabaya lahir dari hasil akumulasi keinginan dan komitmen para suster Ursulin dalam mempersiapkan generasi bangsa yang humanis, tangguh, berkarakter, berdaya tahan, berdaya saing dan berwawasan global melalui pengembangan pendidikan yang berkualitas. Keberlanjutan keinginan dan komitmen ini tertuang dalam Core Values Ursulin dan dijabarkan dalam Visi Misi SMA Santa Maria Surabaya.

SMA Santa Maria Surabaya adalah sekolah yang mengutamakan mutu pendidikan, pelayanan, dan perhatian pada setiap pribadi peserta didik. Hal ini sejalan dengan Nasihat Terakhir Santa Angela yaitu “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus.” (Nasehat Terakhir: 1-2). 

Nasihat terakhir Santa Angela di atas tidaklah hanya menjadi kata-kata indah saja tetapi berusaha diwujudkan dalam komunitas Kampus Santa Maria Surabaya. Kebersamaan “insieme” menjadi bagian dari hidup keseharian komunitas ini. Kebersamaan ditumbuhkan, dipupuk, dan dikembangkan melalui setiap kegiatan yang terjadi di komunitas. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan dalam menumbuhkembangkan kebersamaan pada siswa adalah dengan piket persaudaraan mulai unit KB-TK sampai dengan SMA setiap pagi hari.

Demikian juga, kegiatan saling membantu dalam kelompok belajar menjadi salah satu cara membangun kebersamaan peserta didik. Misalnya, dengan adanya tutor sebaya, peserta didik membangun semangat kepedulian, saling menghargai, dan kebersamaan. Mereka bersama-sama mewujudkan cita-cita.

Bentuk kegiatan lain untuk menumbuhkan kebersamaan yaitu dengan cara menggalang dana solidaritas setiap Selasa yang diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, ada juga aksi solidaritas yang dilakukan pada saat hari – hari besar keagamaan, seperti Natal (Aksi Natal), Paskah (Aksi APP), dan aksi solidaritas insidental lainnya (membantu kurban bencana alam).
Kebersamaan selalu menjadi semangat yang ditumbuhkan dalam diri setiap anggota komunitas. Tidak ada kegiatan yang berjalan sendiri, semua dilakukan dengan bekerja sama antar setiap unit. Tidak ada unit yang menonjol ataupun unit yang lemah. Setiap unit TB/TK, SD, SMP, SMA bersatu dalam doa untuk kemajuan bersama.

Saat ini tantangan masa depan yang dihadapi peserta didik semakin kompleks. Potensi akademik yang bagus memang penting tetapi belumlah cukup. Masa depan membutuhkan pribadi yang memiliki integritas dan kerja keras. Sesuai dengan visi sekolah “Menjadi komunitas pembelajar yang kritis, kreatif, dan inovatif dalam mengintegrasikan ilmu, iman, dan nilai-nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela”. Selain mengembangkan potensi akademis peserta didik, SMA Santa Maria juga mendampingi peserta didik untuk mengembangkan potensi non akademis dan karakter. 

Kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler diberikan sesuai dengan kurikulum dari Dinas Pendidikan (Kurikulum Nasional) dengan memperhatikan nilai-nilai humaniora dan karakter setiap peserta didik yang unik. Proses pendidikan dilakukan secara utuh dengan memperhatikan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. Pendidikan dilakukan tidak selalu di dalam kelas. Banyak proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas, salah satu kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dilakukan SMA Santa Maria adalah Respect and Serve Others (RSO), Serviam Project (SP), dan Live-in.

Selain peserta didik, pendidik adalah bagian penting dalam komunitas SMA Santa Maria Surabaya. Setiap pendidik SMA Santa Maria Surabaya harus mampu menjadi role model (panutan-teladan) tidak hanya dalam proses pembelajaran sesuai dengan bidang studi yang diampunya tetapi juga dalam hidup keseharian. Setiap pendidik harus mampu memotivasi diri dan memberikan yang terbaik, mampu membangun komunikasi yang baik dengan setiap anggota komunitas. Agar mampu menjadi role model maka setiap pendidik juga harus bersedia dan mampu mengembangkan diri.  Sejalan dengan Core Values Pendidikan Ursulin, SMA Santa Maria Surabaya didukung oleh para pendidik 61% lulusan Sarjana (S-1) dan 39 % Master (S-2) yang berkompeten dalam memberikan pembelajaran dan perhatian yang berorientasi pada diri setiap pribadi peserta didik.
Pada abad XXI ini, terjadi revolusi industri 4.0 yang menuntut perubahan model pembelajaran yang dihadapi. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan semakin masifnya penggunaan teknologi komputer dan digital serta penggunaan robot dan kecerdasan buatan (artificial intelligence), sehingga tenaga manusia dalam melakukan pekerjaan tergantikan berbagai teknologi digital tersebut. Mengantisipasi hal tersebut, dengan dukungan pendidik yang berkompeten di bidangnya, SMA Santa Maria sudah memiliki persiapan untuk memasuki era dunia pendidikan 4.0.

Kurikulum yang digunakan di SMA Santa Maria Surabaya adalah Kurikulum Nasional yang sejalan dengan nilai-nilai dasar Pendidikan Ursulin dan Visi SMA Santa Maria yang dirangkum dalam HOTS (Higher Order Thinking Skill) sebagai modal yang sangat dibutuhkan untuk bisa masuk abad ke-21. Hal tersebut diantaranya: 1) Kemampuan berpikir kritis (critical thinking): Melalui proses konseptualisasi, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi; 2) Kreatif dan inovatif: Kemampuan mengembangkan solusi, ide, konsep, teori, prosedur, produk. Inovasi adalah bentuk kreativitas; 3) Kemampuan berkomunikasi (communication): Kemampuan mengemukakan pikiran atau pandangan dan hasil lain dalam bentuk lisan, tulisan, menggunakan teknologi komunikasi (IT) dan kemampuan mendengar, kemampuan memahami pesan; 4) Kemampuan bekerja sama (Collaboration): Kemampuan kerjasama dalam kelompok, baik tatap muka atau melalui komunikasi dunia maya untuk memecahkan masalah, menyelesaikan konflik, membuat keputusan dan negosiasi untuk mencapai tujuan tertentu; 5) Karakter: pendidikan berfokus pada pendidikan nilai-nilai dan karakter ; 6) Kewarganegaraan: melalui pembelajaran, peserta didik didorong untuk menjadi warganegara yang humanis dengan memperhatikan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sebagai sekolah swasta yang telah berkiprah selama 72 tahun (1951–2023), SMA Santa Maria Surabaya memiliki Core Value; SERVIAM (Saya Mengabdi). Makna nilai-nilai di atas telah diintegrasikan dalam kurikulum yang difokuskan pada penanaman nilai-nilai pendidikan karakter peserta didik, pengembangan inovasi wirausaha, penguatan kemampuan berbahasa asing, pengayaan muatan lokal, peningkatan prestasi peserta didik di bidang akademik dan non akademik, serta pilihan aneka pengembangan pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (soft skills)  serta pembentukan sikap dan perilaku (attitude &  behaviour) yang menarik dan variatif sehingga terbentuk kapasitas seorang pemimpin yang humanis dan berwawasan global di masa depan.

Dalam usaha mendukung kegiatan proses belajar mengajar, SMA Santa Maria Surabaya menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Ruang-ruang kelas yang representatif telah dilengkapi AC dan LCD Projector, dan memiliki smart board yang dapat digunakan sebagai fasilitas pembelajaran. Demikian pula, Laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, Ruang Radio, Ruang Karawitan, Ruang Agama, Ruang Serbaguna, Ruang Tari, Ruang Band, Ruang UKS, Ruang Multimedia, serta Ruang Perpustakaan yang representatif nyaman dilengkapi dengan jaringan internet. Selain itu, di sekolah tersedia bangsal olahraga indoor/outdoor, aula, kantin sekolah.

Selain untuk mendukung era pendidikan 4.0, SMA Santa Maria Surabaya juga menyediakan akses internet melalui koneksi wi-fi di kelas-kelas dan melalui hotspot-hotspot di lokasi-lokasi strategis, website sekolah, e-learning, forum dan diskusi online, computer based test system dan beberapa pendukung fasilitas lain yang membuat para siswa semakin memiliki lingkungan belajar yang dinamis, aman, nyaman, menyenangkan dan peka terhadap lingkungan.