News &
Updates

News Image

Share

Bawa Hati Tuk Mengenal Sesama di Luar Sekolah
27 Oktober 2023

Kampus Ursulin – Surabaya, Sanmarian, pembekalan diri bagi siswa dalam menyiapkan mereka menjadi individu dan pribadi yang memiliki nilai- nilai karakter yang mumpuni, sangatlah penting di era globalisasi yang penuh tantangan. Nilai merupakan inti pendidikan dengan landasan filosofis di baliknya, serta kegiatan praktis di sekolah sebagai implementasi nilai-nilai. Misalnya, di yayasan pendidikan Ursulin motto “Serviam” yang berarti  “Saya mengabdi” menjadi nilai yang sangat penting untuk dimiliki para siswa dan juga semua komponen sekolah. 


Proses pembentukan siswa untuk memiliki nilai-nilai kehidupan di SMA Santa Maria Surabaya salah satunya adalah kegiatan Respect and Serve Others (RSO), Serviam Project (SP), dan Live In. Ketiga kegiatan ini dilakukan di luar sekolah, setiap siswa mengalami bagaimana belajar tentang kehidupan dari guru kehidupan yang mereka pilih sebelumnya.


Kegiatan ini diawali dengan misa perutusan di aula lantai 4 bersama RD. Laurentius Rony, PR. Para siswa dengan khidmat mengikuti ekaristi. “Setiap dari kita dipanggil dan diutus, seperti para murid untuk mewartakan tentang kasih Tuhan, hidup yang berpengharapan, dan iman yang menghidupkan”, ujar Romo Tony di dalam khotbahnya. Sebagai sekolah yang sangat mementingkan pembentukan kepribadian siswa yang humanis, maka kegiatan seperti ini sangat penting untuk dilakukan. 

Dalam salah satu buku pegangan pendidikan Ursulin  yang berjudul “Ursuline Method of Education” tahun 1946, dimuat dalam bab II tentang tradisi pendidikan Ursulin yang dijalankan secara turun temurun. Tradisi yang bersumber pada spiritualitas Santa Angela Merici yang meliputi pembentukan pribadi (personal formation), pembentukan semangat kekeluargaan (family formation), dan pembentukan semangat sosial dan kerasulan (social and apostolic formation) harus dihidupi oleh semua lembaga pendidikan Ursulin di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.


Misa perutusan yang diadakan sebagai awal kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu tindakan nyata, mengajak para siswa supaya merayakan imannya sebagai suatu yang berarti dan bermakna dalam hidupnya. Selain itu, mereka akan meniru guru mereka karena menganggap guru adalah panutan selama berada di bangku pendidikan dasar. 


Dengan demikian, guru memiliki bagian penting dalam pemahaman siswa akan pendidikan nilai, perkembangan kognitif, serta psikologis siswa. Guru adalah salah satu faktor penentu untuk menetapkan masa depan bangsa.

Pendidikan nilai diperlukan bagi sebuah komunitas untuk menciptakan kebiasaan dan nilai-nilai kewarganegaraan yang diinginkan. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan harus membentuk masyarakat berdasarkan toleransi, rasa hormat, keadilan, kebebasan, dan martabat manusia, yang pada gilirannya akan menciptakan komitmen sosial warga negara (Morales-Vives et al., 2013).


Penulis: Dionisia Bhala, S.Pd. Guru Geografi, SMA Santa Maria Surabaya