News &
Updates

News Image

Share

Empat Kisah, Satu Harmoni: Gelar Karya PSAJ XII 2026 Penuh Ekspresi
23 Maret 2026

Surabaya, Kampus Ursulin — Sanmaris, SMA Santa Maria Surabaya, menyelenggarakan Gelar Karya PSAJ Projek Kelas XII pada Jumat, 6 Maret 2026, di Aula Lantai 4 Kampus Santa Maria Surabaya. Kegiatan ini mengusung tema “Harmoni Raga, Rasa, Jiwa, Semesta” dengan slogan “Solah Anganthi Rasa, Swara Amurba Jiwa”. Tema tersebut menggambarkan keselarasan antara tindakan, perasaan, suara hati, dan kehidupan semesta.

Acara dibuka oleh pasangan Master of Ceremony (MC), Gabriel Annya Kusumabrewijayanti (Annya) dan Alexandro Angelo Matthew Renyaan (Elo). Doa pembuka dipimpin oleh Antoneta Verina, S.Pd., sebagai permohonan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh berkat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Brigita Klara Krisdina Mamuaya, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gelar Karya merupakan wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas, refleksi diri, serta nilai-nilai pembelajaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan di SMA Santa Maria Surabaya. Beliau juga mengapresiasi kerja keras seluruh siswa dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia PSAJ Projek Kelas XII, Paulus Benida Alberto Lay (Ben). Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, baik guru, siswa, maupun panitia yang telah bekerja sama hingga acara terlaksana dengan baik.

Pada acara inti, pementasan pertama dibawakan oleh kelas XII.1 bertajuk "Si Manis di Gunung Sari" dengan genre horor dan subtema "Raga". Drama ini mengisahkan sekelompok sahabat yang mendaki Gunung Sari. Perjalanan mereka berubah menegangkan ketika muncul konflik dan serangkaian kejadian misterius yang menyebabkan dua tokoh utama, Rizal dan Marta, terpisah dari rombongan. Setelah mengalami berbagai peristiwa ganjil, keduanya akhirnya ditemukan oleh tim pencari. Pementasan ini menyampaikan pesan bahwa dalam menghadapi tantangan, seseorang tidak hanya membutuhkan ketangguhan mental, tetapi juga kesehatan dan kekuatan fisik.

Sajian kedua dipersembahkan oleh kelas XII.2 dengan judul "Mau ke Mana Sih, Jek?" dengan subtema "Rasa". Karya ini mengisahkan kehidupan Jeki, seorang pengemudi ojek yang bekerja keras demi menghidupi ayah dan adiknya. Pergulatan emosi Jeki digambarkan melalui tokoh-tokoh perasaan seperti Joy, Anger, Sadness, Anxiety, dan Envy, yang terinspirasi dari konsep film Inside Out. Melalui pementasan ini, penonton diajak memahami kompleksitas perasaan seseorang dalam menghadapi tekanan hidup, sekaligus pentingnya empati serta dukungan keluarga.

Penampilan berikutnya yang tidak kalah seru datang dari kelas XII.3 bertajuk "Besok Aku Pulang" dengan subtema "Jiwa". Pentas ini mengisahkan Dimas, anak sulung yang sering tidak patuh kepada orang tua dan gemar pergi tanpa memikirkan akibatnya. Suatu hari, ia mendaki puncak gunung seorang diri dan mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya. Kabar tersebut baru diketahui keluarganya beberapa waktu kemudian, menghadirkan suasana haru sekaligus penyesalan mendalam. Pementasan ini mengajak penonton merefleksikan pentingnya kesadaran diri, menghargai keluarga, serta menjaga sikap hidup sebelum terlambat.

Suguhan terakhir sebagai penutup disajikan oleh kelas XII.4 dengan judul “Apeiroi Kosmoi” dan subtema "Semesta". Pertunjukan ini mengisahkan Nirmala, perempuan dari semesta lain yang tidak sengaja tiba di Bumi dan berjumpa dengan Alam serta ayahnya, Bara—seorang pengusaha yang perusahaannya berkontribusi terhadap kerusakan hutan. Melalui perjalanan mereka, Nirmala memperlihatkan keindahan alam Indonesia sekaligus dampak nyata penebangan hutan yang tak terkendali. Kisah ini mengajak penonton menyadari pentingnya menjaga alam dan memulihkan hubungan manusia dengan lingkungan demi keseimbangan semesta.

Setelah seluruh pementasan selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan credit scene oleh panitia sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi. Acara ditutup dengan doa Angelus dan doa penutup yang dipimpin oleh Christian Viming, S.Fil.

Gelar Karya PSAJ Projek Kelas XII berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diharapkan menjadi wahana bagi siswa-siswi kelas XII untuk mengekspresikan kreativitas dan melakukan refleksi diri. Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat kerja sama, tanggung jawab, dan makna pembelajaran bagi seluruh siswa.

Penulis: Maria Janice Hardjono, Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Surabaya