Kampus Ursulin – Surabaya, Sanmarian, selama sepekan mulai 1 hingga 7 Desember 2023, saya bersama teman-teman kelompok 8 telah melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Projek. Projek berjudul In Chips mengangkat tema Kewirusahaan. Melalui tema tersebut, setiap kelompok membuat produk inovasi pangan Nusantara. Inovasi pangan Nusantara terbagi menjadi 9 wilayah, yaitu Sumatera, Bali, Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kalimantan dan Nusa Tenggara. Pada projek ini, kelompok saya membuat produk inovasi pangan Nusantara dari daerah Nusa Tenggara.
Penilaian ASAS Projek diawali dengan pembentukan koordinator kelompok dan literasi mengenai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) setiap mata pelajaran. Projek ini merupakan kolaborasi beberapa mata pelajaran. Kolaborasi tersebut terdiri atas mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Awalnya kami belum begitu mengenal satu sama lain dimana percakapan terasa canggung. Melalui ice breaking dan stimulus yang diberikan oleh guru pembimbing membuat kami dapat menyesuaikan diri dan berkolaborasi dalam kelompok.
Setelah berdiskusi dan konsultasi dengan guru pembimbing, kelompok saya memutuskan untuk menyajikan inovasi minuman “Es Sarang Burung” dari Nusa Tenggara Barat. Minuman ini identik dengan parutan jelly sebagai bahan utamanya. Hal pembeda yang dilakukan oleh kelompok adalah saat proses pembuatan, kami menambahkan aneka buah yang kaya akan vitamin, seperti semangka, melon, mentimun dan lemon. Produk ini dibuat sebagai minuman kesehatan yang kekinian dengan perpaduan rasa manis dan asam.
Tantangan terberat yang dihadapi oleh kelompok selama ASAS projek adalah pada tahap pengerjaan karya tulis ilmiah (KTI). Kelompok mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan semua mata pelajaran yang terlibat dalam projek ke dalam KTI. Selain itu, kami juga mengalami 2 kali revisi terhadap judul KTI beserta keseluruhan isi pada Bab I dan Bab II. Selama pelaksanaan projek, Bapak Bagus, guru pembimbing kelompok kami maupun kakak kelas XI dan XII senantiasa memberikan masukan terhadap proses pengerjaan KTI dan produk projek. Kami secara tidak langsung bersinergi bersama dalam ruangan projek yang terdapat siswa kelas X, XI dan XII. Kami saling memberikan semangat dan penguatan selama proses dan gelar karya.
Melalui ASAS projek kali ini, saya menyadari bahwa dalam menjalin kerja sama yang baik diperlukan komunikasi antar anggota secara jelas dan terbuka. Dalam pengambilan keputusan, kita dapat berdiskusi bersama-sama dalam kelompok dan saling mendengarkan perspektif satu sama lain. Melalui hal tersebut, masing-masing anggota kelompok dapat terlibat aktif dalam mencapai tujuan bersama sehingga tujuan projek dapat diwujudnyatakan.
(Penulis: Cherlyn Oscar, peserta didik kelas X.3 SMA Santa Maria Surabaya)