
Surabaya, Kampus Surabaya – Sanmaris, SMA Santa Maria Surabaya melanjutkan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang mengusung tema ECLIPSE (Empowering Creative Leaders in Positive School Environment) pada hari kedua, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk peserta didik baru agar semakin mengenal budaya sekolah, menumbuhkan kedisiplinan, serta menghayati nilai-nilai kemanusiaan dan semangat Serviam.

Kegiatan diawali dengan presensi peserta didik yang dilanjutkan dengan Centering Prayer, sebagai bentuk pembiasaan budaya reflektif yang menjadi ciri khas SMA Santa Maria Surabaya. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang dipandu oleh LANMAR di Lapangan Tumapel. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–08.25 WIB ini bertujuan membangun kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan sejak awal masa pengenalan sekolah.

Memasuki sesi berikutnya, peserta mengikuti Pembimbingan Kesiswaan yang berlangsung pukul 08.45–11.35 WIB. Dalam sesi ini, siswa baru diperkenalkan dengan kurikulum SMA Santa Maria Surabaya, tata tertib sekolah, serta penerapan budaya disiplin positif yang menjadi landasan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Setelah waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan Pembimbingan Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV yang dipandu oleh para wali kelas X. Materi ini memperkenalkan ajaran Gereja mengenai kepedulian terhadap sesama, lingkungan hidup, serta tanggung jawab sosial melalui refleksi atas dokumen-dokumen Gereja, termasuk semangat Laudate Deum. Melalui pembimbingan ini, peserta didik diajak memahami bahwa krisis iklim bukan semata persoalan ilmiah atau politik, melainkan juga persoalan moral dan spiritual yang menuntut kepedulian serta tindakan nyata. Selain itu, siswa diajak menumbuhkan kepekaan terhadap keadilan sosial, martabat manusia, hak-hak pekerja, dan tantangan kesenjangan ekonomi di tengah perkembangan zaman.

Pada sesi penutup, seluruh peserta kembali berkumpul di kelas masing-masing bersama wali kelas untuk melaksanakan refleksi menggunakan metode 4F (Fact, Feeling, Finding, Future). Melalui refleksi ini, peserta didik diajak mengingat kembali pengalaman belajar yang telah diperoleh, mengungkapkan perasaan selama mengikuti kegiatan, menemukan nilai-nilai penting yang dipetik, serta merumuskan komitmen positif untuk diterapkan pada hari-hari berikutnya.

Suasana antusias juga terlihat dari respons para peserta didik baru yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Salah seorang peserta MPLS mengungkapkan bahwa meskipun jadwal pada hari kedua cukup padat dan menguras energi, setiap sesi tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan. "Hari kedua (MPLS) ini cukup melelahkan karena kegiatannya padat dari pagi hingga siang, tetapi seru dan tetap menyenangkan membuat kami semakin mengenal teman-teman baru, para guru, serta budaya Sanmar," ungkap salah seorang peserta MPLS dari X.5.

Kesan positif juga disampaikan oleh salah seorang PJK (Penanggung Jawab Kelas) X.5. Menurutnya, peserta didik baru menunjukkan antusiasme dan kepedulian yang baik selama mengikuti kegiatan. “Yang membuat saya senang, beberapa di antara mereka bahkan berinisiatif membantu teman-temannya, seperti membawakan buku refleksi dan saling mendukung tanpa diminta,” tutur oleh Maria Janice Hardjono.

Melalui rangkaian kegiatan pada hari kedua ini, SMA Santa Maria Surabaya terus berupaya menghadirkan pengalaman MPLS yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang disiplin, peduli, reflektif, dan siap bertumbuh sebagai pribadi yang kreatif serta berjiwa Serviam.
Penulis: Aiko Caroline Riwu Lobo, Panitia MPLS ECLIPSE 2026