Surabaya, Kampus Ursulin. Sanmaris, Jumat, 14 Maret 2025, pukul 16.00 hingga 20.00 WIB, dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-15, atau Lustrum III, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), menggelar Babak Final Lomba Esai & Video Pendek dalam Pekan Filsafat dengan tajuk “Melampaui Imajinasi dan Kenyataan”. Dari 22 peserta yang mengikuti perlombaan, terseleksi menjadi 3 finalis Lomba Esai dan 3 finalis Lomba Video Pendek yang mendapat kesempatan untuk memaparkan gagasan filosofis masing-masing berdasarkan hasil karya yang telah dibuat di depan para juri dan hadirin.
Acara dimulai dengan sambutan dari Dr. Agustinus Pratisto Trinarso, Lic. Phil., selaku Dekan Fakultas Filsafat UKWMS. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas perjalanan fakultas yang telah mencapai Lustrum III. Pratisto menekankan pentingnya filsafat dalam kehidupan sehari-hari dan mendorong mahasiswa serta para peserta untuk terus berpikir kritis dan kreatif. “Melampaui imajinasi dan kenyataan adalah upaya kita untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas dan mendalam, agar kita mampu menciptakan perubahan yang berarti bagi diri kita dan masyarakat,” ujar Pratisto dalam pidato yang penuh semangat dan inspiratif.
Setelah sambutan dekan, para finalis Lomba Esai dan Lomba Video Pendek diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka. Momen ini menjadi salah satu bagian paling menarik dari acara, karena para finalis dapat menjelaskan secara langsung kepada audiens tentang ide, proses kreatif, dan pemikiran filosofis yang mendasari karya mereka. Presentasi ini memberi kesempatan bagi hadirin untuk lebih mendalami esensi dari setiap karya dan melihat bagaimana peserta menerjemahkan tema “Melampaui Imajinasi dan Kenyataan” ke dalam karya tulisan maupun visual. Presentasi para finalis ini mendapatkan banyak apresiasi dari para dosen, mahasiswa, serta tamu undangan yang hadir.
Salah satu momen paling membanggakan pada malam itu adalah kemenangan Chris Toper Jasson Hartanto, yang berhasil menyabet Juara I Lomba Esai Filsafat. Karya esai Jasson, yang berjudul “Imajinasi Tajam atas Kenyataan Tragis Masyarakat Modern Melalui Kisah The Metamorphosis” sebagai kajian filosofis atas karya sastra Franz Kafka dan relevansinya terhadap realitas sosial masyarakat masa kini, memikat dewan juri dengan analisis mendalam dan gaya penulisan yang tajam. Jasson mendapatkan apresiasi luar biasa dari seluruh hadirin yang memadati ruang teater.
Sementara itu, di kategori Lomba Video Pendek, Samantha Chan Yulius berhasil meraih Juara III. Video pendeknya mengenai kajian literatur atas kisah hidup dan pemikiran Konfusius melalui karya “The Analects” yang unik, sederhana nan filosofis mengeksplorasi tentang pentingnya keteladanan dan integritas kepemimpinan di masa sekarang. Meski tidak meraih posisi pertama, Samantha tetap menuai pujian atas hasil karyanya dalam menghadirkan narasi visual yang menggugah pikiran.
Setelah penobatan para juara Lomba Esai dan Lomba Video Pendek, acara dilanjutkan dengan Lomba Cosplay yang menjadi salah satu acara penutup yang dinanti-nantikan. Kembali, Jasson menunjukkan kepiawaiannya melakukan cosplay sebagai Byung-Chul Han, seorang filsuf asal Korea Selatan, dan meraih peringkat ketiga dalam kompetisi ini. Kostum dan penampilan yang memukau dari Jasson berhasil menarik perhatian dewan juri dan penonton. Prestasi ganda yang diraih Jasson malam itu semakin menegaskan bakat dan dedikasinya yang luar biasa.
Pada akhir acara, Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, memberikan sambutan penutup yang menyentuh hati. Dalam pidatonya, beliau menekankan betapa pentingnya filsafat dalam aktivitas belajar, khususnya di kampus-kampus Katolik. Monsinyur Agustinus menggarisbawahi peran filsafat dalam membentuk cara berpikir kritis dan mendalam, yang tidak hanya bermanfaat dalam kehidupan akademis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. "Filsafat mengajarkan kita untuk terus bertanya, mencari kebenaran, dan memahami nilai-nilai dasar kehidupan. Ini sangat relevan bagi kita semua, terutama dalam konteks pendidikan di institusi-institusi Katolik," ungkapnya dengan penuh hikmat.
Setelah sambutan penutup, acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat bersama Uskup Surabaya, para dosen, serta mahasiswa Fakultas Filsafat UKWMS. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan terasa saat seluruh hadirin saling bertukar pandangan dan cerita dalam suasana santai. Momen ini menjadi kesempatan bagi para peserta dan undangan untuk berinteraksi secara lebih dekat dengan para tokoh penting, termasuk Uskup, serta untuk merayakan keberhasilan acara tersebut.
Acara ini juga menjadi ajang pertemuan para mahasiswa, dosen, dan penggiat filsafat yang ingin mendalami topik-topik kontemporer dan klasik dalam kerangka filosofi “Melampaui Imajinasi dan Kenyataan”. Tidak hanya kompetisi, acara ini juga diwarnai dengan prolog dalam sajian teater klasik, pertunjukan sulap, serta pembacaan puisi yang menambah kemeriahan suasana.
Pekan Filsafat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam peringatan Lustrum III Fakultas Filsafat yang diselenggarakan selama seminggu penuh. Para peserta dan pemenang lomba diharapkan dapat terus menginspirasi dunia akademis dengan karya-karya yang melampaui batas-batas imajinasi dan kenyataan, selaras dengan tema besar acara tahun ini.
Selamat kepada Christopher Jasson Hartanto dan Samantha Chan Yulius atas prestasi gemilang yang telah diraih!
Penulis: Bernardus Khrisma Wibisono, Pembina Ekstrakurikuler Kelas Filsafat “AGORA”