News &
Updates

News Image

Share

Dari Bangku SMA ke Ruang Sidang Doktor: Cerita Bramanto di Universitas Airlangga
28 April 2026

Surabaya, Kampus Ursulin. Pada 31 Maret 2026, sebagai siswa kelas XI SMA Katolik Santa Maria Surabaya, saya mendapat kesempatan berharga untuk menghadiri sidang terbuka promosi doktor di Universitas Airlangga. Sidang tersebut berlangsung di Ruang Adi Sukadana, FISIP Unair. Awalnya, saya mengira acara ini akan terasa sangat formal dan sulit dipahami, namun seluruh rangkaian sidang justru memberikan pengalaman yang sangat menginspirasi.

Sidang terbuka ini merupakan tahap akhir dari perjalanan panjang seorang mahasiswa dalam meraih gelar doktor. Dalam sidang tersebut, seorang promovendus mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan dewan penyanggah serta tamu akademik. Saya melihat bahwa proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan ajang untuk menguji kualitas penelitian secara mendalam dan ilmiah.

Suasana sidang berlangsung sangat khidmat dan teratur. Para dosen penguji duduk berhadapan dengan promovendus, sementara para tamu, termasuk saya, menyimak jalannya acara dengan penuh perhatian. Ketika promovendus memaparkan disertasinya, saya merasa kagum karena ia mampu menjelaskan penelitian yang kompleks secara runtut, jelas, dan sangat meyakinkan.

Bagian yang paling menarik bagi saya adalah sesi tanya jawab. Dewan penyanggah yang berjumlah 9 orang dan 15 tamu akademik mengajukan pertanyaan yang sangat kritis dan mendalam. Meski pertanyaannya terasa sulit, promovendus tetap menjawab dengan tenang dan logis. Dari sini saya belajar bahwa menjadi doktor memerlukan kemampuan berpikir kritis dan ketangguhan mental.

Mengikuti sidang ini membuat saya menyadari bahwa jenjang doktoral menuntut keseriusan, ketekunan, dan keberanian berpikir mendalam. Saya melihat bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya penting bagi dunia akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Hal ini membuka wawasan saya mengenai dunia perkuliahan yang sesungguhnya.

Saya merasa bangga karena sidang ini terbuka untuk umum, sehingga siswa seperti saya bisa belajar langsung dari proses akademik di lingkungan kampus. Pengalaman ini memotivasi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sangat menarik melihat bagaimana ilmu pengetahuan diuji dan dipertahankan secara terbuka di hadapan publik.

Bagi saya, sidang promosi doktor ini bukan sekadar acara akademik, melainkan pengalaman yang membangkitkan semangat. Saya belajar bahwa setiap pencapaian besar membutuhkan proses panjang dan perjuangan yang tidak mudah. Pengalaman ini membuat saya semakin yakin untuk bermimpi lebih tinggi dan berusaha mencapainya dengan sungguh-sungguh.

 

Penulis: Bramanto Bagaskoro (Siswa Kelas XI SMA Santa Maria)