Surabaya, Kampus Ursulin. Semangat kepemimpinan muda kembali digaungkan melalui Reorganisasi Pemilihan Putra-Putri SMA Santa Maria Surabaya 2026 yang diselenggarakan pada Jumat, 24 April 2026. Mengusung tema PRIME (Professional and Responsible leaders who are Innovative, Motivated, and Ethical), kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang seleksi, tetapi juga ruang pembinaan bagi siswa untuk mengembangkan karakter, wawasan, serta tanggung jawab sebagai representatif sekolah. Melalui rangkaian proses yang terarah, para peserta dipersiapkan untuk hadir sebagai sosok inspiratif yang mencerminkan nilai Serviam dan mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Bertempat di aula SMA Santa Maria Surabaya, acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dan dihadiri oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga para guru, yang turut menyaksikan proses lahirnya generasi pemimpin muda Sanmar.


Pemilihan Putra-Putri Sanmar 2026 diikuti oleh 28 peserta terpilih yang mewakili siswa kelas X dan XI, setelah sebelumnya menjalani masa karantina pada 18 April. Rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penampilan band yang membawakan lagu “Cantik” karya Kahitna, yang sukses membangkitkan semangat dan antusiasme penonton di aula. Suasana semakin khidmat ketika Kepala Satuan Pendidikan, Ibu Marselina Lilies Dwiyulianita, S.Pd., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka jalannya acara.
Rangkaian acara berlanjut dengan parade para peserta; setiap finalis tampil berpasangan dengan teman sekelasnya dalam balutan kostum bertema 80-an yang unik dan penuh warna, menghadirkan nuansa nostalgia yang menghibur. Suasana semakin meriah dengan penampilan energik dari SMDC (Santa Maria Dance Crew) yang membawakan medley lagu-lagu hit era 80-an.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumentasi yang menampilkan perjalanan para peserta selama masa karantina. Dalam tayangan tersebut, terlihat berbagai proses pembekalan yang telah dilalui, mulai dari sesi unjuk bakat hingga materi pengembangan diri seperti leadership, public speaking, dan modelling. Tak hanya itu, peserta juga mengikuti kegiatan yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter yang utuh.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan parade dewan juri yang terdiri dari Ms. Catharina Ratna Ameliawati, S.Pd., Mr. Christian Viming, S.Fil., dan Ms. Maria Yuliana Simanjuntak, S.Pd., yang turut memberikan apresiasi sekaligus penilaian terhadap seluruh rangkaian penampilan peserta.

Memasuki tahap penentuan Top 6, acara diawali dengan pengumuman 10 besar finalis oleh Putra-Putri Sanmar 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan talent show. Pada sesi ini, para peserta menampilkan beragam bakat yang mencerminkan keunikan dan potensi masing-masing, mulai dari bernyanyi, monolog, fotografi, pembuatan karya digital, hingga permainan gitar. Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan kreativitas mereka dalam mengembangkan minat dan bakat nonakademik. Tak hanya nonakademik, sisi wawasan akademik mereka pun diperhatikan melalui sesi Cerdas Cermat dengan pertanyaan umum.

Suasana menjadi semakin interaktif ketika sesi berbagi bersama audiens berlangsung; beberapa peserta menyampaikan kesan, pesan, serta pengalaman mereka selama mengikuti rangkaian ajang Putra-Putri Sanmar. Momen ini tidak hanya memperlihatkan sisi personal para finalis, tetapi juga memperkuat kedekatan antara peserta dan seluruh warga sekolah.


Tahap berikutnya mempertemukan enam finalis terbaik dalam sesi Question and Answer (QnA) berbasis studi kasus yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Pada sesi ini, para finalis diuji melalui pertanyaan yang dibacakan oleh ketiga juri berkaitan dengan berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama menjalankan peran sebagai Putra-Putri Sanmar. Melalui jawaban yang diberikan, peserta menunjukkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, serta kesiapan mereka dalam mengambil keputusan yang mencerminkan sikap kepemimpinan dan tanggung jawab.


Usai sesi QnA, suasana semakin meriah melalui penampilan drama musikal dari para guru yang tampil totalitas dengan kostum pelajar era 80-an berlatar suasana sekolah. Aksi mereka sukses mengundang gelak tawa dan antusiasme seluruh penonton, sekaligus menghadirkan kesan hangat dan penuh kebersamaan. Penampilan ini juga menjadi pengingat bahwa para guru pun pernah merasakan masa-masa SMA, sehingga menciptakan kedekatan emosional yang semakin erat antara guru dan siswa.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penampilan tari yang memukau, diikuti oleh para peserta yang turut bergabung menari bersama. Aksi tersebut berhasil menciptakan suasana yang semakin meriah dan penuh energi; seluruh peserta tampil kompak dan percaya diri. Momen ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan kebersamaan serta kekompakan yang terjalin di antara para finalis sepanjang rangkaian kegiatan.

Sebagai puncak acara, diumumkan para pemenang Putra-Putri Sanmar 2026 yang telah melalui seluruh rangkaian seleksi:
Dengan terpilihnya para pemenang, rangkaian Pemilihan Putra-Putri Sanmar 2026 resmi mencapai puncaknya. Lebih dari sekadar ajang, kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya generasi pemimpin muda yang siap membawa semangat PRIME, menginspirasi sekitar, dan menciptakan perubahan nyata bagi masa depan.

Penulis: Dishine Givel Lee (Siswa Kelas XI SMA Santa Maria)