
Surabaya, Kampus Ursulin — Sanmaris, SMA Santa Maria Surabaya terus meneguhkan komitmennya sebagai komunitas pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembelajaran, tetapi juga peduli terhadap kesehatan mental seluruh warga sekolah. Pada Senin, 22 Juni 2026, para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang SMA Santa Maria Surabaya mengikuti kegiatan pengembangan mental health dengan tajuk “Merawat Diri, Mendampingi Sepenuh Hati.”
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Andrian Pramadi, M.Si., Psikolog, dari Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (UBAYA) sebagai pemateri. Melalui sesi ini, seluruh peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama dalam menjalankan peran dan tanggung jawab di lingkungan pendidikan yang dinamis.

Dalam pemaparannya, Andrian menegaskan bahwa guru dan seluruh elemen pendukung sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan. Peran tersebut tentu membutuhkan kesiapan diri, ketahanan mental, serta kemampuan untuk berkomunikasi secara sehat dan terintegrasi. Karena itu, setiap pribadi perlu terlebih dahulu mengenali dirinya, mengelola emosi, serta membangun cara pandang yang positif terhadap berbagai perubahan.

Materi yang disampaikan juga mengajak peserta untuk menyadari bahwa situasi kehidupan terus berubah. Perubahan tersebut dapat dipersepsikan secara negatif maupun positif. Ketika perubahan dipandang sebagai ancaman, seseorang lebih mudah mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika perubahan dipahami sebagai tantangan, setiap pribadi dapat bertumbuh dan menemukan cara baru untuk berkembang.
“Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, kita perlu belajar melihat setiap peristiwa bukan semata-mata sebagai tekanan, melainkan sebagai tantangan untuk bertumbuh. Ketika pola pikir berubah, cara kita merespons keadaan juga akan berubah,” ujar Andrian.
Andrian turut menjelaskan sejumlah sumber masalah yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang, antara lain kehidupan sosial, keluarga, tempat kerja, serta kondisi keuangan. Dalam konteks dunia kerja, tuntutan yang terus bertambah dan bervariasi dapat menjadi pemicu stres apabila tidak dikelola dengan baik.

Untuk itu, peserta diajak memahami beberapa strategi agar tidak mudah stres dalam bekerja. Di antaranya adalah mengubah pola pikir, melihat peristiwa dan aturan kerja sebagai tantangan, memperbaiki pemahaman yang keliru, membangun komunikasi terbuka dengan rekan kerja maupun atasan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa mendampingi setiap proses kehidupan.
Kegiatan ini juga menekankan pentingnya strategi peningkatan diri bagi para pendidik dan tenaga sekolah. Pengembangan profesional melalui workshop dan seminar, refleksi diri secara rutin, serta evaluasi terhadap cara bekerja menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, SMA Santa Maria Surabaya berharap seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan tenaga penunjang semakin memiliki kesadaran untuk merawat diri secara utuh. Dengan kesehatan mental yang baik, setiap pribadi dapat hadir secara lebih penuh, melayani dengan hati, serta mendampingi peserta didik dengan lebih bijaksana.
Kegiatan “Merawat Diri, Mendampingi Sepenuh Hati” menjadi salah satu wujud nyata semangat Serviam di SMA Santa Maria Surabaya. Semangat untuk melayani tidak hanya diwujudkan melalui kerja dan tanggung jawab, tetapi juga melalui kesediaan untuk terus bertumbuh, mengenali diri, dan menjaga kesehatan batin agar mampu menjadi pendamping yang penuh kasih bagi peserta didik.

Penulis: Bernardus Khrisma Wibisono, S.S., M.Si., Guru SMA Santa Maria Surabaya