Surabaya, Kampus Ursulin – Senin, 7 September 2026, SMA Santa Maria sangat beruntung karena kedatangan Tim Misionaris AFHI Global Family Evangelisation yang didampingi oleh Tim Pusat Spiritualitas Keuskupan Surabaya. Tim Misionaris AFHI terdiri atas tiga orang, yaitu Rev. Father Francis Ma. Tiquia dari Philippines, Sister Caca dari Tonga, dan Sister Beca dari Kanada. Mereka mengadakan kegiatan Healing Through Adoration – Adoration for Teens di SMA Santa Maria yang berpusat pada Santo Carlo Acutis.
Kegiatan ini diikuti oleh 190 siswa yang merupakan perwakilan dari 19 kelas. Acara dibuka dengan sambutan oleh Ibu Clora Nugraheni, lalu dilanjutkan dengan rekoleksi singkat oleh Father Francis. Pada sesi tersebut terdapat lagu pembuka tentang pujian kepada Kristus, kemudian dilanjutkan dengan materi tentang kebahagiaan sejati melalui nilai-nilai yang dipegang oleh Carlo Acutis.

Ada satu sesi yang membuat saya merasa ditegaskan, yaitu ketika Father Francis menyampaikan pesan dari Injil Matius 11:28–30, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Bagi saya, pesan tersebut terasa dekat karena mengingatkan bahwa ketika kita sedang merasa letih atau memiliki beban, kita dapat datang kepada Kristus dan menemukan kelegaan dalam diri-Nya.
Kemudian Father Francis juga memberikan pengertian mengenai apa itu kebahagiaan sejati. Kebahagiaan palsu adalah kebahagiaan yang menyenangkan namun merusak kita dan menjauhkan dari Tuhan, sedangkan kebahagiaan situasi adalah kebahagiaan yang terjadi akibat mengikuti teman ataupun lingkungan, seperti geng di Filipina yang membunuh demi kebahagiaan situasi. Sementara itu, kebahagiaan sempurna atau sejati adalah kebahagiaan yang berasal dalam diri. “People are unhappy for two reasons: they are sick or they sinfully. Therefore, as the younger generation, we must seek true happiness, namely Jesus Christ.”

Kemudian Father Francis melanjutkan dengan pertanyaan, “How to find Jesus if our heart is not full of grace?” dan memberikan cara untuk menemukan Yesus, yaitu “By going to adoration, attending Mass, go to confession and praying the rosary.” Setelah kita melakukan rekoleksi singkat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi adorasi penyembuhan, di mana banyak orang merasakan kasih Kristus di dalam sesi adorasi ini.
Bagi saya, kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026 ini menjadi sebuah pengalaman yang membuat saya semakin memahami tentang kebahagiaan sejati dan bagaimana kita dapat mencari Kristus dalam kehidupan kita. Melalui adorasi, Misa, pengakuan dosa, dan doa Rosario, kita diajak untuk semakin dekat kepada Yesus dan tidak mencari kebahagiaan hanya dari hal-hal yang menyenangkan tetapi justru dapat menjauhkan kita dari Tuhan.

Penulis: Hugo Gaynell Poluakan (Siswa Kelas XI SMA Santa Maria)