
Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menjadi lokasi pelaksanaan Bootcamp Anak Indonesia Hebat yang berlangsung pada 15-16 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan pendidikan terpilih dari jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan tujuan memperkuat pemahaman serta implementasi pemenuhan hak anak, literasi digital, dan penguatan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Pada jenjang SMA, SMA Santa Maria Surabaya (Sekolah FAN) terpilih sebagai salah satu sekolah yang dipercaya mengikuti kegiatan strategis ini. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada perlindungan dan penguatan karakter peserta didik. SMA Santa Maria Surabaya mengutus Agnes Nathania Widodo sebagai perwakilan peserta didik, didampingi oleh Maria Yuliana Simanjuntak, S.Pd., selaku guru pendamping.
Selama kegiatan, para peserta memperoleh berbagai materi penting, antara lain literasi digital, keterampilan komunikasi dan aksi positif, serta penguatan budaya sekolah aman melalui gerakan Rukun Sama Teman. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif melalui dinamika kelas, ice breaking, dan games edukatif yang mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, serta refleksi kritis peserta.
Salah satu agenda utama pada hari kedua adalah penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dalam sesi ini, SMA Santa Maria Surabaya mengajukan RTL berupa pengecekan dan pemantauan penerapan G7KAIH (Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) melalui aplikasi SIKARSA (Sistem Informasi Kegiatan Kokorikuler, Karya, dan Asesmen Siswa), sebuah inovasi digital yang telah dimiliki dan dikembangkan oleh sekolah. Aplikasi SIKARSA sebelumnya juga telah dimanfaatkan secara nyata dalam kegiatan Projek pada awal Desember 2025.

RTL yang diajukan SMA Santa Maria Surabaya memperoleh apresiasi tinggi dari para fasilitator. Usulan tersebut dinilai konkret, kontekstual, serta berbasis praktik baik yang telah berjalan di sekolah. Pemanfaatan aplikasi SIKARSA sebagai alat monitoring G7KAIH bahkan dipandang layak menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai Anak Indonesia Hebat ke dalam budaya dan sistem sekolah.

Menanggapi keikutsertaan SMA Santa Maria Surabaya dalam kegiatan ini, sebagai pendamping, Maria menyampaikan bahwa partisipasi dalam Bootcamp Anak Indonesia Hebat menjadi pengalaman bermakna sekaligus penguatan komitmen sekolah. “Kegiatan ini semakin meneguhkan komitmen SMA Santa Maria Surabaya dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Inovasi yang kami miliki, seperti aplikasi SIKARSA, bukan sekadar program, tetapi wujud nyata kepedulian sekolah dalam mendengarkan suara dan melindungi peserta didik,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Bootcamp Anak Indonesia Hebat ini, SMA Santa Maria Surabaya semakin meneguhkan perannya sebagai sekolah yang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan berkelanjutan, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara holistik sesuai dengan nilai-nilai pendidikan humanis yang dihidupi sekolah.

Penulis: Agnes Nathania Widodo, Siswa Kelas X.1 SMA Santa Maria Surabaya