
Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, SMA Santa Maria Surabaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Wujud nyata komitmen tersebut tampak dalam pelatihan bertajuk "Penggunaan LEGO Serious Play (LSP) sebagai Media Pembelajaran" yang diselenggarakan bekerja sama dengan Center of Innovation & Experiential Learning (CIEL) Universitas Surabaya (UBAYA) pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 08.00–10.00 WIB, di Ruang Romana, SMA Santa Maria Surabaya.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik SMA Santa Maria Surabaya dan dipandu oleh tim Center of Innovation & Experiential Learning (CIEL) Universitas Surabaya (UBAYA) yang terdiri atas M.E. Lanny Kusuma Widjaja, S.E., M.M., CBC., HCM., biasa disapa Lanny, selaku mentor tim sekaligus Ketua Laboratorium Manajemen SDM Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UBAYA, bersama dua fasilitator lainnya, yaitu Adi Surya Gunawan dan Risa Elisya Iswara. Ketiganya mendampingi para guru dalam memahami sekaligus mempraktikkan metode LSP sebagai media pembelajaran berbasis experiential learning yang mendorong partisipasi aktif, kreativitas, dan refleksi dalam proses belajar mengajar.

Dalam sesi pemaparan materi, tim CIEL memperkenalkan konsep LSP sebagai metode fasilitasi yang memanfaatkan LEGO Bricks untuk membantu peserta memvisualisasikan ide, mengomunikasikan gagasan, serta membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Metode ini dirancang untuk mengurangi dominasi individu dalam diskusi, memperkuat keberagaman perspektif, sekaligus mengembangkan kemampuan refleksi, komunikasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Lanny menjelaskan bahwa LSP bukan sekadar aktivitas bermain, melainkan sebuah metode pembelajaran yang dirancang untuk membuka ruang dialog yang setara bagi setiap peserta. “Dalam dunia pendidikan, pendekatan ini dapat menciptakan ruang belajar yang lebih partisipatif, mendorong kreativitas, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif peserta didik,” ujar Lanny.

Usai memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar, para guru mengikuti sesi praktik secara berkelompok. Setiap kelompok ditantang membangun model menggunakan LEGO Bricks sesuai topik yang diberikan, kemudian menjelaskan makna dari model tersebut melalui pendekatan metafora dan storytelling. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mengajak peserta menemukan cara baru dalam menyampaikan konsep pembelajaran secara lebih konkret dan bermakna.

Pada sesi penutup, setiap kelompok diminta memilih salah satu topik mata pelajaran untuk divisualisasikan menggunakan LEGO Bricks. Melalui simulasi tersebut, para guru mengeksplorasi bagaimana media sederhana dapat menjadi sarana yang efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep abstrak, membangun keterampilan berpikir kritis, sekaligus meningkatkan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran.

Antusiasme peserta juga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta pelatihan, Christian Viming, S.Fil., Guru Pendidikan Agama dan Sosiologi SMA Santa Maria Surabaya, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru mengenai strategi pembelajaran yang inovatif. “Saya melihat metode ini sangat potensial diterapkan dalam berbagai mata pelajaran karena mendorong siswa untuk membangun makna melalui pengalaman, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Saya berharap dapat mengadaptasi media LEGO Bricks dalam proses pembelajaran di kelas,” tutur Viming.

Melalui kolaborasi dengan CIEL UBAYA, SMA Santa Maria Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan profesional bagi tenaga pendidik. Diharapkan, berbagai pendekatan pembelajaran inovatif yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diimplementasikan di kelas sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif, kolaboratif, reflektif, dan relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21.

Penulis: Bernardus Khrisma Wibisono, S.S., M.Si., Guru SMA Santa Maria Surabaya