SMA Santa Maria Surabaya – Sanmarian, minggu lalu SMA Santa Maria baru saja menyelesaikan Asesmen Sumatif Tengah Semester Tulis (ASTS) yang dulu dikenal dengan istilah Ujian Tengah Semester (UTS) atau Penilaian Harian Bersama (PHB). Tujuan dilaksanakan ASTS adalah menilai pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik dalam satu atau lebih, tujuan pembelajaran di periode tertentu.
Mendengar kata penilaian atau identik dengan ujian, kita semua pasti pernah mengalaminya dan sebagian besar dilakukan secara individu melalui tes. Saat itu, tidak ada ujian yang mengijinkan pesertanya bekerja sama. Tetapi berbeda dengan saat ini. Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan pendidik untuk menggunakan teknik dan instrumen yang beragam. Seperti yang tertulis pada buku “Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini dan Menengah”, bahwa untuk Asesmen Sumatif, pendidik dapat menggunakan teknik dan instrumen yang beragam, tidak hanya berupa tes, namun dapat menggunakan observasi dan performa (praktik, menghasilkan produk, melakukan projek dan membuat portofolio). Dengan demikian penilaian tidak lagi bersifat individu tetapi dapat juga berkelompok.
ASTS Matematika untuk peserta didik kelas XI SMA Santa Maria menggunakan model performa secara berkelompok atau projek. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang peserta didik belajar mengatur strategi, membangun kerjasama masing-masing kelompok supaya hasil yang diperoleh bersama maksimal.
Hal ini diungkapkan pula oleh Dionisia Bhala, S.Pd. sebagai pengawas kelas XI-5 saat itu bahwa metode ujian secara berkelompok sangat kuat values tanggung jawab dan kerjasama. Setiap peserta didik berusaha untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan soal sesuai kemampuannya, berdiskusi jawaban dalam kelompok, dan memberi kesempatan kepada peserta didik yang belum memiliki kemampuan lebih di bidang Matematika untuk berani bertanya pada temannya.
(Penulis: Maria Theresia Nike K., M.Pd., Guru Matematika SMA Santa Maria)