"Kunci dari berkarya adalah bertumbuh sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik." (Pandji Pragiwaksono).
Itulah kutipan kata-kata inspiratif dari Pandji Pragiwaksono seorang komika Indonesia ternama. Supaya kita bisa bertumbuh dan sedikit lebih beda dari yang lain, kita perlu sosok seseorang yaitu guru. Apa dan siapa guru itu? Mari kita bahas bersama-sama. Guru adalah profesi yang sudah ada sejak zaman dahulu. Guru adalah profesi yang saya sudah geluti selama 25 tahun. Mungkin pembaca tidak tertarik menjadikan guru sebagai profesi karena banyak pendapat yang bilang guru itu gajinya kecil, pekerjaannya membosankan, kurang ada tantangan dan lain-lain. Namun, menurut saya, menjadi guru adalah profesi yang luar biasa seru. Seperti apa?
Ya, guru itu seru. Bayangkan profesi ini, khususnya saya sebagai guru SMA. Banyak hal seru yang saya alami. Pertama, setiap tahun saya akan berjumpa dan bergaul dengan banyak pribadi baru yang punya banyak karakter dan kepribadian yang spesial dan unik. Dengan bergumul, berkolaborasi dengan anak-anak remaja istimewa ini, saya juga bertumbuh dan berkembang dengan keseruan dunia mereka. Saya juga banyak belajar dari mereka. Ternyata mereka juga punya dunia yang seru yang kadang saya sudah lupakan. Namun, sangatlah berharga bagi pertumbuhan karakter saya.
Kedua, guru itu lucu. Banyak hal lucu baik yang saya lakukan ataupun yang saya alami ketika bersosialisasi dengan murid saya, anak-anak istimewa ini. Tingkah mereka, respon mereka, jokes mereka, bahkan “pelanggaran” dan kenakalan mereka bagi saya merupakan cerita lucu dan seru bak membaca anekdot yang tiada akhir dengan punchline yang seru sekali. Kadang respon mereka di luar nalar dan out of the box sehingga saya bisa tertawa lepas ketika mengingatnya.
Ketiga, guru itu juga tidak lekang oleh waktu. Dalam perjalanan hidup kita selalu memerlukan sosok guru. Tidak hanya melalui pendidikan formal, di kehidupan sehari-hari pun guru selalu ada. Alasan inilah yang menjadikan kita jika ingin menjadi guru harus terus belajar. Belajar terus di setiap waktu, di setiap kesempatan, siapa pun bisa menjadi guru bagi siapa saja.
Nah, jika saya tulis sebagai buku,bisa jadi pengalaman sebagai guru dan cerita-cerita lucu dan seru di dalamnya, tidak cukup 5 judul buku. Wowww….Namun, karena keterbatasan tulisan ini, saya hanya bisa menampilkan beberapa foto seru dan lucu dari murid-murid dan penulis sendiri yang berprofesi sebagai guru.
Akhir kata, mungkin teman-teman pembaca masih tidak tertarik menjadikan guru sebagai profesi. Namun, saya harap di perjalanan hidupmu ada suatu saat ketika dirimu menjadi guru bagi yang lain. Pendeknya, mau berbagi inspirasi dan menularkan kemampuan kepada orang lain. Oleh karena, apapun kemampuan kita tidaklah berguna bagi orang lain jika tidak kita aplikasikan atau bagikan. Jadi, tetaplah berkarya. Tetaplah belajar. Tetaplah membagikan hal-hal baik bagi lingkungan sekitarmu karena itu adalah guru yang nyata dan sesungguhnya. Tuhan memberkati!.
(Penulis: Bagus Novianto Wibisono, M.Pd., Guru SMA Santa Maria Surabaya)