News &
Updates

News Image

Share

Heroes Track 2025: Sanmar Jelajahi Jejak Pahlawan
13 November 2025

Surabaya, Kampus Ursulin – Sanmaris, Sabtu, 8 November 2025, SMA Santa Maria Surabaya kembali berpartisipasi dalam kegiatan Heroes Track 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Jawa Timur. 

Kegiatan tahunan ini mengundang siswa SMA dan mahasiswa untuk belajar serta mengenal lebih dekat bangunan-bangunan bersejarah di Kota Pahlawan, Surabaya, salah satu kota dengan warisan sejarah terbanyak di Indonesia. Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan peserta dari kalangan anak-anak disabilitas, tuna wicara, dan tuna netra. Total peserta yang mengikuti kegiatan tahun ini mencapai 48 orang.

Pada pukul 06.00 WIB, tim dari SMA Santa Maria Surabaya telah hadir di Lobi Kartha Wardhana, kantor BKKKS Jawa Timur, untuk melakukan registrasi dan mengenakan kaus biru bertuliskan Heroes Track. Sekitar pukul 06.45 WIB, seluruh peserta dari berbagai sekolah dan universitas berkumpul untuk mengikuti Opening Ceremony Heroes Track 2025.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Ketua Umum BKKKS Jawa Timur, Dr. Pinky Saptandari EP, Dra., MA, serta Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja Pemuda BKKKS Jawa Timur, Moch. Sigit Widodo. Setelah itu, peserta dibagi berdasarkan kelompok bus, melakukan foto bersama, dan berdoa sebelum keberangkatan.

Pukul 07.20 WIB, rombongan berangkat menuju Hotel Majapahit Surabaya, destinasi pertama dalam kegiatan ini. Selama perjalanan, peserta dipandu oleh Aries Prasetya, anggota komunitas pelestari sejarah tertua di Surabaya, Roode Brug (Jembatan Merah). Ia dikenal sebagai guru sejarah sekaligus penata latar dalam pertunjukan teatrikal bertema perjuangan, seperti drama Madun.

Dalam perjalanan, peserta diperkenalkan dengan sejarah nama-nama jalan dan berbagai patung di Surabaya, termasuk kawasan bersejarah Rumah Kos HOS Tjokroaminoto, tempat berkumpulnya tokoh-tokoh penting bangsa seperti Soekarno.

Setibanya di Hotel Majapahit pukul 08.10 WIB, peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan dipandu oleh pemandu dari pihak hotel. Mereka mengunjungi kamar yang pernah ditempati oleh aktor pantomim legendaris Charlie Chaplin, serta kamar nomor 33 yang menjadi saksi bisu peristiwa perobekan bendera Belanda. Peserta juga diajak melihat bangunan bergaya kolonial dan Presidential Suite yang digunakan untuk tamu kenegaraan.

Perjalanan berlanjut ke Gedung Nasional Indonesia (GNI). Di lokasi ini, peserta berziarah ke makam Dr. Soetomo, mengenal perjuangannya, serta mempelajari sejarah pembangunan GNI. Peserta juga melihat koleksi alat medis kuno dan majalah Penyebar Semangat. 

Selanjutnya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk berdiskusi mengenai “pahlawan masa kini” dan menuangkannya dalam bentuk karya yang kemudian dipresentasikan bersama kelompok lain. Kelompok dari SMA Santa Maria membuat ilustrasi bertema “Pahlawan Masa Kini Versi Kami”.

Sekitar pukul 11.30 WIB, rombongan tiba di Kawasan Kota Lama Surabaya sebagai destinasi ketiga. Di sini, peserta menikmati makan siang yang telah disiapkan panitia sebelum melanjutkan perjalanan. 

Setelah beristirahat, peserta diajak menelusuri berbagai bangunan bersejarah, seperti Monumen Mobil Jenderal A.W.S. Mallaby, Pabrik Sirup Siropen yang berdiri sejak 1923, serta berbagai arsitektur peninggalan kolonial yang masih terawat. Perjalanan juga melewati Jembatan Merah, simbol penghubung antara budaya Eropa dan Tionghoa di masa lalu.

 Destinasi terakhir adalah Taman Makam Pahlawan Surabaya, tempat seluruh peserta mengikuti acara penutupan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum BKKKS Jawa Timur. Pada kesempatan ini, diadakan quiz interaktif, di mana SMA Santa Maria berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.

Acara ditutup dengan penampilan mengesankan dari Syirin, penyandang tunanetra yang menampilkan permainan biola dan vokal. Sebagai penutup, peserta melakukan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan sebelum kembali ke BKKKS Jawa Timur.

Melalui kegiatan Heroes Track 2025 ini, diharapkan para peserta dapat semakin mempererat hubungan sosial antarindividu dengan latar belakang yang beragam. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menghargai dan meneladani perjuangan para pahlawan, serta berperan aktif dalam menyebarkan semangat positif di lingkungan masing-masing.

 

Salah satu guru pendamping, Sri Tur Prawinoto, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya terhadap para siswa. “Kegiatan ini bukan hanya wisata sejarah, tetapi juga sarana belajar empati dan kebersamaan. Anak-anak belajar menghargai perbedaan dan memahami makna perjuangan dengan cara yang menyenangkan,” ujar Wiwid. 

 

Salah satu peserta, Samuel Owen Kyell, siswa kelas XI.3, juga berbagi pengalamannya. “Saya sangat terinspirasi melihat perjuangan para pahlawan di masa lalu. Kegiatan ini membuat saya sadar kalau semangat kepahlawanan bisa diwujudkan lewat hal-hal kecil yang bermanfaat bagi orang lain,” tutur Owen.

 

Penulis: Paulus Adam Dorojatun, Siswa Kelas X.6 SMA Santa Maria Surabaya