Surabaya, Kampus Ursulin. Tak terasa kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2024/2025 SMA Santa Maria Surabaya sebentar lagi akan berakhir. Inilah saatnya untuk memersiapkan calon pemimpin-pemimpin baru yang akan meneruskan pelayaran kapal kepengurusan OSIS ke periode selanjutnya. Maka dari itu, pada tanggal 9-11 Januari 2025, bertempat di Griya Samadhi Vicentius Prigen, OSIS SMA Santa Maria telah melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut dalam rangka membina dan melatih Calon Pengurus OSIS (CPO) periode 2025/2026. Kegiatan ini diikuti oleh 37 CPO, 3 calon MPK (Majelis Perwakilan Kelas), 13 Pengurus OSIS selaku panitia, dan 5 guru pembina.
Pada hari pertama, awalnya, kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut (LKTL) dilaksanakan di ruang Romana, SMA Santa Maria Surabaya dengan beberapa pemaparan materi mengenai "Visi Misi" oleh Marselina Lilies Dwiyulianita, S.Pd., selaku Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria Surabaya. Selain itu, para CPO juga mendapatkan materi kedua tentang “Self-Leadership” oleh alumnus siswa dan pengurus OSIS SMA Santa Maria Surabaya, Gabriella Patricia Ruswir, S.Psi., atau yang akrab disapa Gaby. Materi ini bermanfaat bagi CPO, sebagai calon pemimpin, untuk memiliki pemahaman bahwa leader tidak hanya sebuah jabatan melainkan kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi anggota organisasi dalam mencapai tujuan bersama.
Setelah melalui serangkaian materi dan ibadat perutusan di sekolah, seluruh peserta berangkat menuju Griya Samadhi Vincentius, Prigen. Sesampainya di sana, kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan antar peserta dan pembuatan yel-yel. Uniknya, yel-yel kali ini menggunakan tagline khas dari film Spongebob Squarepants yang berbunyi: “CPO 25/26 are you ready? Ay, ay, captain! I can’t hear you.. Ay, ay, captain! Wooo..”. Tak hanya itu, CPO juga ditugaskan untuk membuat komitmen bersama sebagai wujud sikap tanggung jawab dan berani mengambil keputusan.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan pembekalan materi ketiga mengenai “Proposal dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)” oleh Valentine Luky Anggraini, M.Pd. Berbeda dengan yang biasanya dilakukan, bahwa pemateri menyiapkan powerpoint dan audiens cukup mendengarkan, Luky memberikan tantangan kepada CPO untuk mengisi powerpoint-nya yang masih kosong. Ini adalah satu cara anti-mainstream yang justru berhasil memberikan pemahaman tentang pengertian dan tujuan proposal dan LPJ. Hari pertama pun ditutup dengan acara “jurit malam”.
Hari kedua LKTL diawali dengan senam pagi. Pembekalan materi pun dilanjutkan dengan topik “Organisasi dan Kerjasama” oleh Bagus Novianto Wibisono, M.Pd. dan Dionisia Bhala, S.Pd. Dalam materi ini, Bagus dan Oni banyak membagikan pengalaman dalam berorganisasi yang diselingi juga dengan lawakan khas Bagus. Setelah itu, CPO kemudian diajak untuk melatih kemampuan berpikir out of the box melalui materi “Modal Sekolah” yang dibawakan oleh Elly dan Anya. Dalam materi ini, CPO diajak untuk melihat modal apa saja yang dimiliki oleh OSIS SMA Santa Maria Surabaya yang nantinya akan mendorong mereka untuk menemukan berbagai alternatif solusi ketika mengalami hambatan dalam pelaksanaan kegiatan OSIS.
Tidak afdol rasanya, jika kegiatan LKTL tidak diikuti dengan serangkaian aktivitas outbond. Meskipun kondisi cuaca sedang tidak bersahabat pada saat itu, semangat CPO untuk menyelesaikan tantangan di setiap pos masih terus membara. Tak cukup basah karena rintik hujan, kakak panitia masih menyiapkan satu tantangan terakhir untuk CPO, yaitu berjalan di atas banner dari garis start sampai finish sembari diguyur air untuk meraih sebuah surat cinta sebagai tujuan akhir. Karena semangat dan daya juang yang mereka miliki, akhirnya mereka berhasil menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Malam terakhir di GSV menjadi malam yang hangat. Tidak hanya acara api unggun biasa, melainkan ada sebuah tampilan spesial yang telah dipersiapkan oleh CPO. Sudah menjadi agenda wajib dalam kegiatan LKTL bahwa CPO akan mendapat satu penugasan yakni membuat program kerja bersama. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini CPO ditantang untuk berpikir secara kreatif membuat program kerja dengan peralatan dan waktu yang terbatas. Meksipun sepertinya tidak mungkin, namun teman-teman CPO berhasil membuat program kerja dalam bentuk tampilan menarik dan menghibur yang disiapkan hanya kurang dari 2 hari.
Akhirnya, sampailah pada hari ketiga LKTL yang diawali dengan jalan sehat sambil menikmati pemandangan gunung dan sawah yang memanjakan mata. Hari ketiga ini juga diisi dengan serangkaian kegiatan rally games untuk semakin mengenal setiap divisi di OSIS serta ditutup dengan ibadat perutusan. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, makan siang di hari terakhir ini mengusung konsep liwetan, di mana semua CPO dan panitia makan bersama sambil duduk lesehan dan menyuapi teman di sebelah kirinya. Keceriaan dan suasana kekeluargaan pun tampak mewarnai makan siang kali itu.
Kegiatan LKTL telah berjalan dengan baik dan lancar. Banyak suka dan duka, susah dan senang, hingga lelah dan lega yang dirasakan baik oleh CPO maupun kakak panitia. Harapannya, kegiatan ini dapat membekali CPO periode selanjutnya agar siap menjadi pemimpin yang mampu melayani dengan sepenuh hati, menghadapi berbagai tantangan kedepan, dan membawa perubahan baik di lingkungan sekitar.
Penulis: Theresia Netanya Dianti, Ketua OSIS SMA Santa Maria Surabaya 2024/2025