Surabaya, Kampus Ursulin. Memasuki bulan September 2026, Gereja Katolik Indonesia kembali merayakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Perayaan tahunan ini menjadi momen berharga bagi umat Kristiani untuk semakin mencintai, membaca, dan mendalami Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. Semangat yang sama juga digaungkan oleh OSIS SMA Santa Maria Surabaya melalui penyelenggaraan kegiatan BKSN bertajuk “Light for Faith and Actions” pada Jumat, 18 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid SMA Santa Maria Surabaya ini berlangsung secara serentak di tiga lokasi, yaitu Aula Santa Maria Lantai 4, Aula KB/TK & SD Santa Maria, serta Ruang Romana.
Reiner Ananggadipa N. R., selaku perwakilan panitia, menjelaskan bahwa BKSN kali ini dirancang sebagai program pembinaan iman. "Tujuannya agar para murid semakin mengenal Yesus melalui pendalaman materi Sabda-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, murid-murid diajak merefleksikan relasi pribadi mereka dengan Yesus, sekaligus menggali batin apakah sudah menjadi berkat bagi sesama sebagai wujud nyata iman," ungkap Reiner.
Untuk memandu proses refleksi ini, panitia menghadirkan enam narasumber yang terdiri atas lima frater dan satu suster, di antaranya Fr. Marius, CM., Fr. Joseph Tandiwijaya, Fr. Kornelius Marcellino Seng, Fr. Ambrosius Armando Sakti Kurniawan, Fr. William Marcelino, dan Sr. Virgilia Maria Lumi, SJMJ. Para narasumber tiba pukul 08.30 WIB dan langsung bersiap di lokasi masing-masing sesuai dengan pembagian dari panitia.
Pelaksanaan BKSN tahun ini menyelaraskan diri dengan tema yang diusung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yaitu “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”. Melalui tema ini, para murid diajak memahami sosok Yesus sebagai Guru Kehidupan dan Musa Baru yang membawa pengajaran Allah dengan penuh wibawa. Berbeda dari ahli Taurat pada zaman-Nya, kuasa pengajaran Yesus tidak sekadar lahir dari hafalan hukum, melainkan dari kedalaman kasih, tindakan nyata, serta wewenang ilahi yang menyentuh hati manusia.

Pesan pendalaman materi tersebut dirasakan langsung oleh para peserta. Richard, murid kelas XII-1, membagikan kesannya usai mengikuti sesi materi. Menurutnya, pesan Injil Matius mengingatkan bahwa dalam menghadapi dinamika hidup, manusia harus selalu ingat akan Tuhan. "Kita tidak pernah sendiri; Tuhan selalu ada di samping kita melalui kasih-Nya yang menyentuh hati," ungkapnya.
Sesi BKSN tidak hanya diisi dengan penyampaian materi searah. Para frater dan suster juga mengajak murid masuk ke dalam dinamika kelompok yang kreatif.
"Kami diajak membuat karya kelompok seperti buku lipat yang dihiasi, lalu memilih satu ayat Kitab Suci yang menggambarkan karya tersebut," jelas Richard.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara narasumber dan peserta. Tepat pukul 12.00 WIB, seluruh kegiatan BKSN di SMA Santa Maria Surabaya diakhiri secara khidmat dengan doa penutup dan Doa Angelus bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh murid dapat menjadi terang bagi iman dan tindakan mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Penulis: Benedikta Steliani Tena, A.Md.Ab. (SMA Santa Maria)