Surabaya, Kampus Ursulin. Sanmaris, siapa sangka, dua guru dari SMA Santa Maria Surabaya berhasil mengukir prestasi mengejutkan dan membanggakan di ajang turnamen PS5 E-Football dalam acara Open House 2024 di Wisma Jerman. Khrisma Wibisono, pengajar Pendidikan Pancasila, berhasil keluar sebagai juara, dan Ruslan, pengajar Informatika, menempati posisi ketiga, mengalahkan para peserta muda lainnya yang notabene lebih sering menghabiskan waktu di depan layar.
Open House 2024 bertajuk “Fit und Gesund”, yang diselenggarakan di Wisma Jerman pada Minggu, 11 Agustus 2024, sukses menyedot perhatian masyarakat. Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menyajikan beragam aktivitas menarik, tetapi juga menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para penggemar e-sports, yaitu PS5 E-Football. Turnamen PS5 Football ini dimulai pukul 11.00 WIB di Ruang Hamburg dan pelaksanaan final dilaksanakan pukul 14.15 WIB di halaman depan Wisma Jerman. Kompetisi ini diikuti oleh 16 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja se-Surabaya. Khrisma dan Ruslan, yang diketahui sebagai penggemar berat game yang dulu bernama Winning Eleven ini, berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan mengungguli para kompetitor lainnya.
Kemenangan ini tidak hanya mengharumkan nama keduanya, tetapi juga bagi sekolah dan komunitas gaming di Surabaya. Selain itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa minat dan bakat dalam dunia gaming dapat dimiliki oleh siapa saja, tanpa memandang usia.
“Kami sangat senang dan bangga bisa meraih juara dalam turnamen ini, meskipun tujuan kami ada di sini hanyalah ingin bermain E-Football dan ikut memeriahkan Open House 2024 di Wisma Jerman,” ujar Khrisma. “Ini membuktikan bahwa guru juga bisa bersenang-senang sekaligus berprestasi di luar kegiatan mengajar.” Sementara itu, Ruslan menambahkan, “Partisipasi dalam turnamen ini selain sebagai ajang hiburan, juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas gamer lainnya.” Fabio, siswa SMA Santa Maria Surabaya dan peserta open house, turut memberikan kesannya, “Saya tidak menyangka, ternyata guru-guru kami jago abis.”
Dalam acara open house ini, Mike Neuber, Direktur Wisma Jerman, menuturkan, tema“Fit und Gesund”, yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Bugar dan Sehat”, dipandang sangat cocok mengingat pentas sepak bola Euro 2024 baru saja usai terlaksana di Jerman sebagai tuan rumah. “Kami mengambil tema yang berkaitan dengan olahraga dan kesehatan sebagai yang berharga bagi kita, maka turnamen E-Football sebagai salah satu cabang olahraga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak muda,” ujar Mike.
Prestasi Khrisma dan Ruslan ini menjadi bukti bahwa dunia pendidikan dan dunia game atau e-sport tidak bertolak belakang. Justru, keduanya dapat saling melengkapi dan memberikan dampak positif bagi perkembangan para siswa.
Penulis: Bernardus Khrisma Wibisono, S.S., M.Si., guru SMA Santa Maria Surabaya