News &
Updates

News Image

Share

Ndang Djagongan Bebarengan
14 November 2023

Sanmarian, “Kopi Djagongan” (KD) merupakan kafe instagramable yang didirikan pada tahun 2020 lalu. Berasal dari bahasa Jawa ‘djagongan’ atau kumpul, nama kafe ini melambangkan kebersamaan yang dirasakan saat berkumpul dan menyantap makanan bersama. Tujuan awal menurut Fera sang pemilik kafe ini yaitu untuk menunjang aktivitas anak muda yang melakukan kegiatan secara daring, kafe ini menawarkan wifi yang cukup kencang serta harga yang tidak membuat kantong jebol. Campuran nuansa vintage dan modern membuat kafe ini nyaman. Terpukau dengan sistematika serta konsep kafe yang trendi, kelompok 6 dari kelas XII Bahasa memilih tempat ini sebagai lokasi menjalankan program Live In Profesi selama tiga hari yaitu, Sabtu, 28 Oktober, Senin sampai Selasa, 30-31 Oktober 2023. 

Sebelum melaksanakan kegiatan Live In Profesi, semua anggota kelompok melakukan survei. Kegiatan ini dilakukan karena pihak Supervisor ingin menjelaskan SOP dan memberi kesempatan untuk berkenalan dengan karyawan kafe lainnya. Saat survei, kelompok 6 berkenalan dengan banyak karyawan seperti Supervisor KD yang biasa disapa dengan pak Dodo, lalu ada Kak Pinkan, Kak Alfi, Kak Elvin, dan masih banyak lagi karyawan yang super ramah. Melalui survei ini, para karyawan menyampaikan kekurangan dan hambatan yang masih dihadapi di kafe KD, seperti beberapa menu yang jarang terjual, namun memiliki citarasa unik, buku menu yang desainnya kurang deskriptif dan estetik, stok yang terbatas, serta mayoritas pelanggan kafe yang didominasi orang dewasa atau kalangan tua.

Tidak hanya menyampaikan permasalahan, pak Dodo serta karyawan KD juga menawarkan beberapa hal yang bisa dipelajari untuk kelompok 6 dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan banyak hal yang telah disampaikan, kelompok 6 menyusun beberapa konsep ide atau solusi yang akan diterapkan nantinya. Di hari pertama Live In Profesi, pada 28 Oktober 2023, kelompok 6 mempelajari beberapa materi yang diajarkan oleh kak Pinkan dan kakak-kakak karyawan KD lainnya. Hal yang dipelajari seperti hospitality, service, cara membuat makanan dan minuman, peraturan khusus di KD, seragam, jadwal shift kerja, menghafalkan menu makanan dan tiga bahan utama, serta banyak hal lainnya. Penjelasan yang seru dan juga deskriptif menambah wawasan baru bagi kelompok 6, seperti tata cara menata cutleries tray, cara mengantarkan makanan atau minuman yang benar, posisi memegang peralatan makan yang semuanya sangatlah detail. 

Meskipun ilmu ini sangatlah banyak dan rumit, kelompok 6 tetap menjalaninya dengan kesabaran serta ketelitian dalam bekerja. Tidak lupa, konten video juga dibuat untuk memperkenalkan proses pembuatan makanandan minuman di KD yang estetik. Hal ini dilakukanuntuk meningkatkan keaktifanakun sosial media KD yang jarang mengunggah posting-an baru. Dengan membuat konten video, diharapkan mampu menarik pelanggan lebih banyak lagi bagi kafe ini. Hari pertama pun diakhiri dengan foto bersama yang diambil oleh guru pembimbing kelompok 6, Bagus Novianto Wibisono, M.Pd.

Pada hari kedua Live In Profesi, kelompok 6 membawa inovasi untuk mengatasi permasalahan penjualan beberapa menu makanan dan minuman yang kurang populer. Kelompok memilih chalkboard yang dihiasi kapur tulis warna-warni, bertuliskan rekomendasi menu yang kurang populer tersebut, kemudian meletakannya di sebelah meja kasir. Tidak lupa kalimat: “Menu Of The Day” juga ditambahkan agar pelanggan tertarik mencoba menu-menu KD yang unik dan jarang ini. Lewat media ini, pelanggan semakin mengetahui rekomendasi menu makanan dan minuman enak di KD yang patut dicoba yang memiliki cita rasa serta tidak dapat ditemukan di kafe lainnya. Tidak hanya meningkatkan popularitas menu yang kurang populer, chalkboard diharapkan dapat menjadi media kreativitas karyawan KD untuk menulis hal-hal baru bagi kafe KD kedepannya, seperti media pengumuman, promo, dan masih banyak lagi.

Live In Profesi yang sejauh ini dilaksanakan selama dua hari, membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Hari kedua pun diakhiri dengan membuat konten video parodi untuk memperkenalkan profil Kopi Djagongan. Konsep video profil yang bertemakan nongkrong asyik bersama teman sambil “nugas”, berusaha untuk meningkatkan minat anak  muda terhadap kafe ini. Sungguh proses yang melelahkan selama rekaman, karena memori  perangkat kami terus menerus penuh, ditambah cuaca Surabaya yang sangat panas seolah menggoreng kami hidup-hidup. Tapi proses tersebut terbayarkan saat melihat hasil video yang bagus berkat naskahnya yang terstruktur apik serta konsep yang asyik.

Tibalah hari terakhir Live In Profesi, meskipun hari ini akan diisi dengan inovasi dan kreasi, sayangnya hari ini juga bertepatan dengan hari terakhir supervisor KD, Pak Dodo bekerja. Beliau mengundurkan diri dari KD untuk membangun bisnis FnB-nya sendiri, sehingga hari Selasa ini diawali dengan perasaansedih, rindu, dan juga tangisan. Namun tidak menghalangi kelompok serta karyawan KD untuk tetap bekerja dengan penuh semangat. Setelah berfoto bersama, kelompok pun menyajikan desain buku menu baru yang jauh lebih menarik dan efektif sesuai keperluan KD. Diharapkan dengan desain buku menu yang baru, Kafe ini dapat menerapkan desain yang lebih informatif dan lengkap bagi pelanggan. Tidak lupa, kelompok tetap menjalankan pembagian kerja yang sama seperti hari pertama dan kedua, yakni melayani, memasak, dan membersihkan hingga waktu Live In berakhir. Untuk menutup kegiatan ini, kelompok 6 memberikan kue donat sebagai tanda terima kasih kepada seluruhkaryawan serta berfotobersama.

Sebagai generasi penerus bangsa, kelompok 6 bersyukur atas berkat serta izin yang telah diberikan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Live In Profesi di kafe Kopi Djagongan. Berkat ilmu serta wawasan yang diberikan, kelompok dapat berkembang menjadi pribadi yang tanggap dan inovatif dalam menghadirkan solusi-solusi baru di dunia yang tiada hentinya bergerak maju.  Seperti pesan Pak Dodo, “Dimanapun kalian berada, teruslah kepo (penasaran) dan berani bertanya, karena proses belajar yang paling penting akan semakin semangat dijalani jika kalian kepo”. Pesan yang begitu sederhana dan menghangatkan, semakin mempererat tali kekeluargaan kelompok dengan keluarga Kopi Djagongan. Mereka dan kelompok 6 berjanji tidak akan melupakan memori ini dan akan terus berkabar sembari bersosialisasi serta membantu satu sama lain. Terima kasih keluarga Kopi Djagongan, yuk ‘bebarengan’ terus apapun situasinya. 

 

Penulis: Christopher Lawrence Prieskananda, siswa kelas XII Bahasa SMA Santa Maria Surabaya