Surabaya, Kampus Ursulin - Sanmarian, Senin, (11/12/2023) SMA Santa Maria mengajak para guru dan para siswa melakukan ibadat adven Minggu ke-2. Pada masa adven Minggu ke-2 ini, para siswa diminta untuk menyiapkan lilin dan dedaunan untuk merayakannya di kelas masing-masing. Lilin adven yang dinyalakan sebelum memulai ibadat berjumlah satu batang karena Minggu pertama adven sudah dilalui. Setelah semuanya sudah disiapkan, ibadat adven Minggu ke-2 pun dimulai.
Awal ibadat, dimulai dengan lagu pembuka dan dilanjutkan dengan tanda salib. Ibadat adven Minggu ke-2 mengambil tema “Lingkungan Menyucikanku." Selepas pengantar, masuk pada doa pembuka dan mazmur serta penyalaan lilin adven ke-2 berwarna ungu. Lilin warna ungu dimaknai sebagai tanda pertobatan. Sesudah lilin dinyalakan, dilanjutkan dengan bacaan kitab suci dari injil Yesaya 40: 1-11. Bacaan ini membahas tentang penghiburan dalam keselamatan bersama Allah.
Bagi penulis, ayat paling berkesan adalah ayat 6-8 yaitu “Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap hidup untuk selama-lamanya. Pada ayat ini juga dinyatakan bahwa kita mendapatkan kesadaran bahwa manusia adalah pribadi yang rapuh yang membawa pada pengenalan akan firman Allah yang kekal. Setelah renungan selesai, ibadat diakhiri dengan lagu penutup.
Sanmarian, pada Minggu adven ke-2 ini, kita semua diajak untuk bertobat. Pertobatan berarti berani berubah dan berbuah. Pertobatan sebuah perubahan hati dan pikiran yang membawa kita lebih dekat kepada Allah. Tujuan bertobat yaitu panggilan Allah untuk kembali kepada-Nya. Disadari atau tidak, kita sendiri mungkin menjauh dari hubungan dengan Allah karena dosa-dosa yang kita lakukan. Namun, melalui kegiatan ibadat Minggu adven ke-2 tentang makna pertobatan ini, kita semua diajak untuk meninggalkan jalan yang salah dan menuju jalan yang benar.
(Penulis: Ivana Luzi Soegito/XII IPS 3)