News &
Updates

News Image

Share

Rabu Abu, Masa Tirakat Menuju Hari Hari Raya Paskah
16 Februari 2024

Surabaya Kampus Ursulin-Sanmarian, tahun 2024 ini, peristiwa Rabu Abu jatuh pada tanggal 14 Februari. Rabu Abu merupakan masa perayaan Prapaskah. Perayaan ini ditandai dengan mengoleskan abu pada kening yang membentuk tanda salib sebagai lambang pertobatan. Tujuannya sebagai pengingat akan ketidakabadian dan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Abu yang dioleskan diperoleh dari pembakaran daun palma yang telah diperciki oleh air suci setahun lalu. Abu merupakan tanda pertobatan, Kitab Suci mengisahkan bahwa abu sebagai tanda pertobatan pada pertobatan Niniwe. 

Pada hari Rabu Abu pula, semua umat mengingat kembali bahwa manusia diciptakan dari debu tanah dan suatu saat nanti akan mati dan kembali menjadi debu. Oleh karena itu, pada saat menerima abu di gereja umat akan mendengar ucapan dari Romo yaitu “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” atau “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu”. 

Bagi umat Katolik, Rabu Abu bukan hanya sekadar hari biasa. Semua umat akan melakukan kegiatan puasa dan pantang yang wajib dilakukan pada saat hari Rabu Abu dan Jumat Agung untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus. Puasa dalam umat Katolik berarti hanya makan kenyang satu kali dalam sehari. Sedangkan pantang yang harus dilakukan adalah dengan mengurangi segala hal yang disukai, seperti mengurangi makan daging, mengurangi jajan, mengurangi bermain game ataupun menggunakan gadget terlalu lama, dan lain sebagainya. 

Selama masa puasa dan pantang akan dilakukan pada hari Rabu Abu serta setiap hari Jumat hingga Jumat Suci (Jumat Agung). Totalnya berjumlah 7 kali selama masa Prapaskah. Puasa dan pantang disebut juga sebagai mati raga dengan harapan bisa menghilangkan semua hal buruk dalam raga (tubuh) manusia dan kembali suci pada peristiwa penyaliban atau kita kenang dalam Jumat Agung sebagai lambang penebusan dosa. 

Nah, saat peringatan hari Rabu Abu di tahun ini, saya merayakan Misa Kudus Rabu Abu di gereja Katolik Sakramen Maha Kudus Surabaya bersama teman-teman. Sungguh hari yang luar biasa dapat beribadah dan menerima abu di dahi. Banyak hal menyenangkan yang selalu terjadi dalam masa Prapaskah. Masa ini merupakan momen yang paling saya tunggu karena selalu menyimpan banyak kenangan. Selamat menjalani masa Prapaskah dan lakukanlah dengan sukacita. 

(Penulis : Bernadetta Rosalia Kurniawan, Siswi XI-1, SMA Santa Maria Surabaya)