News &
Updates

News Image

Share

Rekoleksi Analisis Sosial bersama Tim Pastoral
10 September 2023

Surabaya, Kampus Ursulin- Sanmarian, SMA Santa Maria (Sanmar) Surabaya menggelar acara Rekoleksi Pembekalan RSO (Respect and Serve Others) untuk siswa kelas X, SP (Serviam Project) untuk siswa kelas XI, dan Live-In untuk siswa kelas XII, 5 – 7 September 2023, di aula lt.4. Kegiatan  diikuti seluruh siswa 491 orang. Rekoleksi dikemas oleh Tim Pastoral SMA Sanmar. Adapun tujuannya agar para siswa mampu merealisasikan nilai-nilai Serviam secara nyata dalam kegiatan RSO, SP, dan Live-In mendatang. Acara dipandu oleh Bernardus Khrisma Wibisono, S.S., M.Si., biasa dikenal Pak Khrisma, selaku koordinator Tim Pastoral dan fasilitator utama pengajar analisis sosial.

Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Sony Keraf, SVD. “Sebagai umat Kristiani, kita memiliki tanggung jawab moral dan sikap peduli untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Kita bisa dukungan kepada yang lemah dan melindungi yang memberikan terpinggirkan,” ungkap Romo Sony dalam homilinya. 

Pasca Misa, Kepala Satuan Pendidikan SMA Santa Maria, Maria Theresia Nike K., M.Pd, biasa disapa Ibu Nike, mengajak para siswa untuk mengikuti rekoleksi dengan antusias, dan terlibat aktif sebagai peserta. “Kegiatan rekoleksi ini telah menjadi bagian integral dari pendidikan sekolah. Saya berharap Anda semua mampu menjadi warga yang lebih memiliki semangat kepedulian sosial tinggi dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Serviam,” pesannya dalam sambutan.

Sementara itu, Khrisma dalam presentasinya berbicara tentang kesenjangan sosial akibat berbagai isu sosial dunia yang kompleks sejak abad 19 hingga sekarang dan besarnya kepedulian Gereja Katolik melalui Ajaran Sosial Gereja. “Saya menyampaikannya dalam bentuk permainan interaktif dan analisis-refleksi. Saya berharap para siswa dapat merenungkan dan memahaminya dengan lebih sederhana. Yang penting pesannya mudah dipahami,” katanya.

Kegiatan rekoleksi sekolah ini setidaknya akan memberikan kesempatan bagi para siswa kelas X, XI dan XII agar mereka dapat memahami makna marjinalitas dalam kesenjangan sosial dan merealisasikan nilai-nilai Serviam dalam realitas sosial. “Saya terinspirasi dengan materinya yang begitu mendalam. Saya menjadi tergerak untuk berkontribusi lebih banyak di masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujar Vito salah satu peserta.

Di akhir sesi, para siswa dibawa pada tahap refleksi dan sharing rohani mengenai bagaimana meneladani Tuhan Yesus sebagai sang guru sejati yang selalu peduli pada manusia, khususnya dalam kondisi yang paling marjinal (terpinggirkan). 

 

[Penulis: Tim Pastoral SMA Santa Maria Surabaya]