Surabaya, Kampus Ursulin - Sanmarian, Perkembangan dan perbaikan sistem pendidikan di Indonesia menuntut sekolah untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki orientasi pada pendidikan tinggi yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Dalam kurikulum merdeka, peserta didik khususnya kelas X, diharapkan dapat menentukan pilihan mata pelajaran yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minat yang mengacu pada jurusan yang diminati di perguruan tinggi. Pemilihan mata pelajaran ini nantinya diperlukan guna persiapan rencana studi dan perguruan tinggi lanjutan. Dalam melakukan persiapan, peserta didik perlu menilai potensi diri dan keselarasan jenis program studi yang cocok sehingga peserta didik dapat masuk ke perguruan tinggi sesuai dengan jurusan yang diminati. Sejak dua tahun terakhir SMA Santa Maria telah melaksanakan kurikulum merdeka, di mana peserta didik diberi kesempatan memilih mata pelajaran di kelas XI sesuai dengan bakat, minat serta arah studi lanjut nantinya.
SMA Santa Maria memfasilitasi peserta didik untuk bisa mengenali bakat dan minatnya melalui psikotes. Menurut Wakil Kepala Satuan Pendidikan Bidang Kesiswaan, Marselina Lilies D., S.Pd. yang menekankan bahwa sebenarnya berbagai cara dapat dilakukan untuk mengetahui potensi, bakat dan minat peserta didik, di antaranya melalui observasi kegiatan sehari-hari, namun cara observasi kurang dapat dipercaya karena unsur subjektivitasnya sangat tinggi. Oleh karena itu perlu dilaksanakan psikotes yang pelaksanaannya didelegasikan kepada Tim Bimbingan dan Konseling.
Dengan menggandeng Sinergia Development Center, psikotes ini dilakukan pada Senin, 18 September 2023 mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 WIB di kelas masing-masing. Kegiatan psikotes merupakan program rutin tahunan di semester gasal bagi peserta didik kelas X. Kegiatan ini juga sebagai salah satu bentuk perhatian serta layanan prima SMA Santa Maria akan masa depan peserta didik yang lebih baik. Psikotes mengukur dimensi intelektual, kecerdasan majemuk, gaya belajar, dimensi kepribadian dan emosi, dimensi sosial, minat serta karir impian, tentunya juga ada saran pemilihan mata pelajaran serta karir di masa mendatang. Hasil dari psikotes ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan peserta didik dalam memilih mata pelajaran maupun jurusan di perguruan tinggi selepas SMA, agar mereka tidak sampai salah jurusan. Hasil ini dapat juga digunakan sebagai masukan bagi orang tua agar lebih bijak mendampingi peserta didik dalam menentukan masa depan mereka.
Penulis: Lucia Riatiningsih, S.Psi., BK SMA Santa Maria Surabaya