News &
Updates

News Image

Share

Kunjungan Dewan Umum Ordo Santa Ursula
13 September 2023

“Setiap orang berada pada posisi yang sama, ada kebersamaan”.

Penggalan di atas secuil kuliah singkat kami dalam momen mudik suster Agatha pada lawatan Suster Ursulin Uni Roma bersama suster Claudine.

Meski tidak kurang dari 30 menit, paparan suster Agatha tentang pergeseran peran dari I ke We sangatlah penting. Keberhasilan tidak lagi ditentukan oleh kinerja satu orang, melainkan menjadi keberhasilan atau kegagalan bersama. Saat ini gereja juga sedang mengaungkan semangat solidaritas. Setiap orang mengambil bagian dalam gerakan keharmonian untuk mencapai keberhasilan bersama.

Disampaikan pula oleh suster Agatha, kemajuan sekolah bukan hanya bertolok ukur pada banyaknya murid dan keuntungan maksimal yang dicapai, tetapi harus peduli pada lingkungan sekitar dan peradaban manusia dengan fondasi nilai-nilai sosial. 

Menurut suster Agatha, iklim demikian dinamakan Doughnut Economy yang pertama kali dicetuskan oleh Kate Raworht, bahwa keberhasilan kampus Santa Maria Surabaya menjadi perhatian bersama atau semua unit Kampus Santa Maria Surabaya dengan memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar berlandaskan nilai-nilai SERVIAM.

Sebagai penutup kuliah singkat, suster Claudine memberi peneguhan: “Pendidikan yang dilakukan pada anak-anak harus bermakna bagi masa depannya. Nilai-nilai SERVIAM sangat kuat dilaksanakan di Kampus Santa Maria Surabaya, maka beliau berharap para guru menghidupi dan melaksanakan nilai-nilai SERVIAM sehingga dapat menjadi role model bagi anak-anak”.

(Penulis: Maria Theresia Nike K. – Guru Matematika SMA Santa Maria Surabaya)